Tipe Organisasi

Posted by admin On Agustus 17, 2016 ADD COMMENTS

Bentuk Organisasi :
 Organisasi garis (Line Organization)
 Organisasi garis & Staf (Line & Staff Organization)
 Organisasi fungsional (Functional Organization)
 Organisasi panitia (Comitee Organization)

1. Organisasi Garis
 Tipe yang tertua & sederhana
 Tugas perencanaan, pengendalian & pengawasan berada di satu tangan
 Garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan.

Ciri – ciri organisasi garis adalah :
a. Tujuan organisasi masih sederhana
b. Organisasinya kecil
c. Jumlah karyawannya sedikit
d. Pimpinan dan semua karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja.
e. Hubungan antara pimpinan & karyawan bersifat langsung.
f. Tingkat spesialisasi begitu juga alat – alat yang diperlukan tidak begitu tinggi & tidak beraneka ragam.

Kebaikan dan keburukan
a. Kebaikan
1) Kesatuan pimpinan terjamin sepenuhnya, karena pimpinan berada dalam satu tangan.
2) Garis pimpinan berjalan secara tegas, tidak mungkin terjadi kesimpang – siuran, karena pimpinan langsung berhubungan dengan karyawan.
3) Proses pengambilan keputusan berjalan cepat, karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit atau tidak ada sama sekali.
4) Lekas ketahuan karyawan yang cakap atau bodoh dan yang raj in atau malas.
5) Rasa solidaritas para karyawan pada umumnya tinggi, karena saling mengenal.

b. Keburukan
1) Seluruh organisasi bergantung pada satu orang, sehingga kalau seseorang tersebut tidak mampu, maka seluruh organisasi akan terancam kehancuran.
2) Kecenderungan pimpinan untuk bertindak secara otokratik cukup besar, karena ia sajalah yang merencanakan, mengendalikan, dan melaksanakan pengawasan.
3) Kesempatan para karyawan untuk berkembang terbatas.
2. Organisasi Garis dan Staf
Ciri – ciri organisasi garis dan staf adalah :
a. Organisasinya besar dan bersifat kompleks;
b. Jumlah karyawannya banyak;
c. Daerah kerjanya luas;
d. Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi;
e. Pimpinan begitu pula sesama karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal;
f. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal;
g. Terdapat tiga komponen utama yaitu :
1) Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijakan dan mengambil keputusan;
2) Pembantu pimpinan atau staf: yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staf yang besar staf terdiri dari dua kelompok yaitu :
(1) Staf koordinasi atau biasa disebut “staf umurn”, yaitu kelompok staf yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pimpinan, diminta atau tidak diminta.
(2) Staf teknik atau biasa juga disebut “staf khusus”, yaitu kelompok staf yang memberikan pelayanan atau jasa -jasa kepada komponen pelaksanaan untuk melancarkan pelaksanaan tugasnya;
3) Pelaksana : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas -tugas yang telah ditentukan dari atas.

Kebaikan dan keburukan organisasi garis dan staf:
a. Kebaikan:
1. Dapat digunakan oleh setiap organisasi yang bagaimanapun besarnya, apa pun tujuannya, bagaimanapun luas tugasnya dan betapapun kompleksnya susunan organisasinya;
2. Ada pembagian tugas yang jelas antara pimpinan, staf dan pelaksana;
3. Bakat yang berbeda-beda dari para karyawan dapat dikembang-kan menjadi suatu Spesialisasi;
4. Prinsip penempatan “the right man on the right place” lebih mudah dilaksanakan;
5. Pengambilan keputusan dapat juga berjalan cepat, karena walau-pun harus banyak orang yang diajak berkonsultasi atau berunding, tetapi pimpinan dapat mengambil keputusan yang mengikat;
6. Pengambilan keputusan yang sehat lebih mudah dicapai karena ada anggota-anggota staf yang ahli dalam bidangnya yang memberi nasihat dan mengerjakan perencanaan secara teliti;
7. Koordinasi dapat juga dengan mudah dikerjakan karena sudah ada pembidangan tugas masing-masing;
8. Disiplin dan moral para karyawan biasanya tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seseorang sesuai dengan bakat, keahlian dan pengalamannya.

b. Keburukan:
1) Rasa solidaritas para karyawan tidak begitu tinggi seperti dalam organisasi garis, karena pimpinan dan sesama karyawan tidak lagi saling mengenal;
2) Bagi para komponen pelaksana tidak selalu jelas mana perintah dan mana nasihat, kareria mereka dihadapkan pada dua atas-an, yaitu:
(1) Atasan yang ditentukan dalam garis pimpinan (line of command) yang mempunyai kekuasaan mengambil keputusan dan hak untuk memerintah;
(2) Staf tingkat atas yang walaupun hanya berhak memberikan nasihat , perlu pula ditaati karena nasehat itu didasarkan pada keahlian dan wewenang fungsional. Selain itu ada lagi petunjuk teknik dan staf khusus yang harus diturut karena secara teknik tidak dapat dilanggar;
3) Kalau koordinasi di tingkat staf tidak baik, dapat membingungkan unit-unit pelaksana dan dapat pula merupakan hambatan dalam pelaksanaan tugas.

3. Organisasi Fungsional

Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.
Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain adalah:
a. Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan;
b. Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada tingkat pelaksana bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. Dalam organisasi fungsional, koordinasi dititikberatkan pada – eselon atasan ;
c. Pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas;
d. Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit-unit yang berada di bawahnya atas namanya sendiri, tidak perlu atas nama direktur utama.
Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidangan tugasnya dapat digariskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda.
Kebaikan dan keburukan organisasi fungsional antara lain sebagai berikut :
a. Kebaikan:
1) Pembidangan tugas jelas, sehingga kesimpang-siuran dapat dihindarkan;
2) Spesialisasi para karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin;
3) Solidaritas begitu juga moral dan disiplin di antara karyawan yang nienjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi;
4) Koordinasi antara karyawan yang nienjalankan fungsi yang sama biasanya mudah karena masing-masing sudah mempunyai pengertian yang mendalam mengenai bidangnya;
5) Koordinasi menyeluruh pada umumnya cukup pada tingkat eselon atas.
b. Keburukan:
1) Para karyawan terlalu menspesialisasikan diri pada bidang tertentu saja, sehingga sukar untuk mengadakan mutasi tugas atau mutasi tempat tanpa melalui pendidikan yang intensif lebih dahulu;
2) Para karyawan terlalu mementingkan bidangnya saja, sehingga koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar dilaksanakan;
3) Memungkinkan timbulnya rasa golongan yang berlebihan di antara karyawan yang menjalankan fungsi yang sama sehingga dapat menimbulkan pertokoan-pertokoan ikatan karyawan yang sempit.

4. Organisasi Panitia
Tipe organisasi panitia pada umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu. Ciri-ciri organisasi panitia antara lain adalah :
a. Tugasnya tertentu dan jangka waktu berlakunya terbatas;
b. Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia baik sebagai ketua maupun sebagai anggota;
c. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sebab itu tanggung jawab pun secara kolektif pula;
d. Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang pada umumnya sama ;
Kebaikan dan keburukan organisasi panitia antara lain sebagai berikut :
a. Kebaikan:
1) Pada umumnya keputusan diambil secara tepat karena segala sesuatu dibicarakan lebih dulu secara kolektif dan segala faktor dipertimbangkan;
2) Kemungkinan bagi seorang untuk bertindak secara diktatoris sangatkecil;
3) Kerja sama di kalangan pelaksana mudah dibina karena segala sesuatu sudah dibicarakan lebih dahulu.
b. Keburukan:
1) Pengambilan keputusan pada umumnya sangat lambat, karena segala sesuatu harus dibicarakan lebih dulu dan sering keputusan diambil melalui konsensus atau pemungutan suara;
2) Dalam hal timbul kemacetan tidak ada satu orang pun yang dapat diminta tanggung jawab lebih dari yang lain;
3) Para pelaksana pada umumnya sering bingung karena perintah tidak datang dari seorang tetapi ada kalanya dari beberapa orang;
4) Daya kreasi seseorang pelaksana tidak menonjol karena semua pelaksanaan didasarkan pada kolektivitas.
Sebagai kesimpulan dapat dikemukakan bahwa tidak satu pun dari tipe-tipe organisasi yang telah diuraikan di atas mutlak baik atau mutlak buruk. Keempat tipe organisasi itu dapat digunakan menurut keperluannya masing-masing. Dalam kenyataannya, terutama organisasiorganisasi yang besar dan mempunyai ruang lingkup tugas yang luas dan beraneka ragam dapat dikatakan tidak ada yang secara konsekuen menganut salah satu tipe organisasi sebagai tersebut di atas, melainkan merupakan gabungan antara dua atau lebih dari tipe-tipe organisasi tersebut.

Source : Diktat Kuliah “Asas-Asas Manajemen”
Dosen : Imam Supardi

Leave a Reply